| Testimonial | |
| isi testimonial | |
| » |
Eflin Mual Sinambela, 25-10-2009 http://turbin-bearing.co.id Email ini sebagai jawaban atas pertanyaan Staff Hutang Piutang soal 2 kasus yang terjadi di bisnis Taka. KASUS I: Ada tagihan dimana PPh 23 dihitung bukan dari Net Tagihan sebelum PPN Contoh: Nilai Tagihan Sewa Photo Copy= Rp. 1.000.000,- Biaya Lain Lain yang ditagihkan dalam invoice = Rp. 300.000 Total Tagihan dalam 1 dokumen menjadi = Rp. 1.300.000,- Pertanyaan Berapa Nilai PPh 23? Bagaimana cara inputnya di sistem ERP Jawab: Ini adalah kasus biasa saja, dimana kita harus melihat hal ini bagian dari hubungan bisnis antara Vendor dan Pihak Taka. Disatu pihak Vendor berusaha untuk efisien dalam hal mengeluarkan tagihan, yang menurut saya seharusnya Vendor itu mengeluarkan 2 tagihan yaitu tagihan yang mengandung PPh 23 Final dan tagihan biaya Lain Lain. Tetapi mungkin motto si Vendor, kalau bisa 1 tagihan kenapa harus dibuat 2 tagihan kepada pihak Taka. Kan lebih efisien. Sekali lagi urusan PPh 23 adalah urusan Taka dalam hal ini sebagai pihak pemungut dan pemotong Pajak. Jadi bagaimana cara entri di ERP? Sebelumnya saya sempat menjanjikan akan membuat fungsi baru kepada Staf Keuangan Taka, dimana angka2 itu akan dimasukkan secara langsung ke dalam aplikasi. Dengan surat email ini, maka opsi itu saya batalkan secara sepihak, dikarenakan ada cara lain yang lebih mudah cara entrinya. Langkah yang dijalankan adalah: 1. Masukkan/Registrasi nilai tagihan dengan fungsi Registrasi Invoice Non PO senilai nilai tagihan yang mengandung PPh 23 sebesar Rp. 1.000.000 2. Masukkan tarif PPh 23 pada screen, maka sistem akan menghitung besarnya Net Tagihan tersebut 3. Lakukan Pengesahan tagihan 1 juta itu. Langkah selanjutnya adalah: 1. Masukkan/Registrasi nilai tagihan dengan fungsi Registrasi Invoice Non PO senilai nilai tagihan Lain Lain itu sebesar Rp. 300.000 2. Lakukan pengesahan atas tagihan Rp. 300.000 Jadi solusi kasus spt ini, adalah dengan mengentri Invoice sebanyak 2 kali ke dalam ERP. Jadi pada saat pembayaran di cash atau bank maka, untuk membayarnya dengan cara memanggil 2 dokumen tersebut. Jadi Kasus I sudah SOLVE dan CLOSED Isue. KASUS II Diketahui: Contoh: T. Taka punya proyek di Pertamina senilai Rp. 1.000.000.000 belum termasuk PPN Sesuai dengan kontrak, maka Taka mengeluarkan sebanyak 5 dokumen invoice masing Rp. 200juta lengkap dengan PPN 10% Setelah lewat 3 bulan, maka ke-5 tagihan itu, Pihak Pertamina meminta untuk mengganti 5 tagihan itu menjadi 1 tagihan dan 1 Faktur Pajak PPN Apa yang harus dilakukan? Jawab: Ada 3 hal yang harus dilakukan yaitu perlakuan terhadap 5 dokumen Invoice tersebut bagaimana? Dan bagaimana caranya menerbitkan 1 dokumen tagihan yang baru. Serta bagaiman dengan Faktur Pajak yang mungkin sudah dibayarkan oleh Taka, untuk segera dibuatkan Faktur Pajak Sanggahan atau Perbaikan dan dilaporkan ke KPP Pajak. Perlakukan terhadap 5 dokumen yang lama adalah sebagai berikut: 1. Lakukan Kompensasi Dokumen. Jalankan Program Kompensasi Dokumen pada menu AR/AP. Kami sudah memperhitungkan kasus2 spt ini akan muncul dikarenakan faktor bisnis di lapangan memang begitu. Akan tetapi memang sosialisasi fungsi Kompensasi belum pernah dilakukan. Akan ada training dan penjelasan mengenai Kompenasi. Fungsi kompensasi mempunyai tujuan yaitu: 1. Sebagai fungsi pembayaran Invoice Masuk atau Invoice Keluar TANPA adanya mutasi UANG lewat Cash atau Bank. 2. Melakukan koreksi atas dokumen Invoice yang telah dikeluarkan kepada Customer 3. Melakukan koreksi atas dokumen Invoice yang diterima dari Supplier 2. Lakukan pengesahan atas 5 dokumen kompenasi itu. Dengan melakukan kompensasi, maka seluruh 5 dokumen tagihan tersebut akan menjadi LUNAS secara sistem, Selanjutnya Pihak Akunting melakukan jurnal atas kompensasi tersebut dengan cara Meng-KREDIT Piutang dan Men-DEBIT PPN Masukan. Masalah 5 dokumen sudah selesai. Langkah selanjutnya. 1. Registrasi Invoice Baru senilai Rp. 1 Milyar tadi, dan keluarkan PPN Keluaran lewat fungsi itu juga. Fungsi ini belum ada, dan Senin akan kami rilis. Nama fungsinya adalah Registrasi Invoice Tanpa SPK. 2. Lakukan pengesahan dokumen Invoice yang baru. Jadi pertanyaan soal hal ini sudah terjawab yaitu: 1. Bahwa pihak marketing tidak perlu kuatir bahwa data Penjualan masih tetap berlaku, yaitu senilai 1 Milyar tadi. 2. Ada penyelesaian terhadap 5 dokumen Invoice Lama 3. Ada solusi entri terhadap 1 dokumen Invoice Baru. Bagaimana dengan Pelaporan PPN Keluarannya? Untuk masalah ini, Pihak Taka la yang lebih kompeten.. Mungkin sebagai berikut 1. Lakukan pelaporan Pembetulan PPN secara manual 2. Lampirkan PPN yang lama kepada dokumen pelaporan, cetak PPN pada fungsi Informasi Invoice Customer. Demikian disampaikan, Salam hangat, Eflin MS http://www.youtube.com/watch?v=n5MSBv_mqJg&feature=popular |
| » |
Teknopreneur, 30-08-2009 http://teknopreneur.com Pesan Tiket Tanpa Tulis Tangan June 24, 2009 by fitria Banyak yang mengeluhkan lamanya pelayanan yang mereka terima ketika memesan selembar tiket pesawat. Padahal waktu perjalanan yang mereka punya sangat sempit. Hal ini sangat mungkin terjadi di sejumlah agen perjalanan. Bagaimana tidak, kebanyakan agen perjalanan masih menggunakan cara manual untuk melayani permintaan tiket. Mereka harus terlebih dulu menanyakan stok tiket kepada agen penjualan besar. Bila stok ternyata habis, agen tersebut tidak bisa melakukan reservasi online ke maskapai. Bukti tiket dan cara pembayaran pun manual. Masih ada sejumlah agen perjalanan yang menggunakan kuitansi yang ditulis tangan sebagai bukti pembayaran. Syridink Online Travel Application (Syridink OTA) mungkin bisa memberikan solusi untuk masalah ini. Syridink OTA adalah aplikasi Software Bisnis yang menyeluruh untuk perusahaan Tours & Travel dan sejenisnya. Direktur utama Syridink Informatika Indonesia, Eflin Mual Sinambela menjelaskan, aplikasi ini meliputi kegiatan tiketing seperti penjualan, pembelian, hutang piutang, kas, bank, dan buku besar. Tak hanya penjualan tiket pesawat yang bisa dilayani, tetapi juga reservasi kamar hotel, Umroh, Cargo, Dokumen, dan kategori Lainnya. Aplikasi Syridink OTA juga didukung oleh aplikasi SMS Gateway untuk memudahkan pihak manajemen mendapatkan informasi seperti saldo penjualan, saldo kas, saldo bank dan lain sebagainya. Sebagai aplikasi yang komplit maka Syridink OTA juga diintegrasikan dengan aplikasi Ecomerce Travel guna mendukung peningkatan dan pelayanan penjualan kepada calon pelanggan. Aplikasi ini bisa digunakan secara perorangan oleh konsumen. Program ecomerce tersebut meliputi Reservasi online, Customer Service, dan aplikasi Agen Penjualan. Produk Ecomerce Travel ini meliputi, tiket, hotel, umroh, cargo, sewa bus/mobil, dokumen, spa, golf, adventure, cruise dan sewa pesawat. Setiap transaksi yang dipesan baik melalui online dan offline akan diproses di bagian penjualan. Tiket dikeluarkan oleh bagian tiketing penjualan setelah sebelumnya melakukan pembayaran di bagian kasir. Setelah itu, seluruh bukti pembayaran dan tagihan invoice akan diproses dibagian akunting secara otomatis. Pembelian tiket baik melalui agen atau langsung ke maskapai penerbangan dapat dilakukan di bagian pembelian dan langsung bisa dibayarkan melalui kas dan bank. Setelah selesai maka seluruh bukti transaksi akan diproses secara otomatis ke bagian akunting. Menurut Eflin terdapat tiga keunggulana utama yang membedakan aplikasi ini dengan program serupa lainnya. “Dari sisi Bisnis kami menerapkan sistem syariah (bagi hasil),” ujar Eflin. Menurutnya sistem ini digunakan karena sering kali perusahaan Tours & Travel memiliki keterbatasan modal kerja ataupun investasi untuk membangun aplikasi ERP ini. “Bisa kita bayangkan berapa dana investasi yang harus dikeluarkan untuk membeli server dan peralatan pendukung, membayar sistem analis, programer. Saya menghitung dibutuhkan biaya sekitar 100 juta lebih,” tutur Eflin. Bagi perusahaan Tours & Travel 100 juta tentu bukan uang yang sedikit. Dengan sistem bagi hasil dana operasional tersebut dapat ditekan dan terjadi pembagian yang adil bagi travel dan perusahaan pengembang Sydirink. Dari sisi teknologi sydirink memiliki keunggulan karena menggunakan teknologi Open Source, mulai dari database Postgre SQL dan developer PHP serta JavaScripts. Browser yang digunakan juga dapat menggunakan open source. “Sedangkan keunggulan dari sisi layanan, kami memberikan semua layanan IT kepada calon pelanggan sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya Investasi sedikitpun.” Ujar Eflin. Syridink OTA menurut Eflin sudah dipasarkan secara luas. Salah satu penggunanya adalah PT Ranata Air Network yakni perusahaan yang bergerak di bidang Tours & Travel. Eflin mengklaim volume penjualan tiket individu yang dikeluarkan PT Ranata meningkat sangat tinggi, dengan bantuan aplikasi Travel Ecomercenya. Saat ini Eflin sedang mengupayakan untuk melakukan sinergi dengan perusahaan maskapai penerbangan agar mereka mau membuka data tarif dan jadwal penerbangan. “Bila mereka bersedia maka masyarakat akan lebih mudah mengakses data tarif dan jadwal penerbangan. Ini akan sangat membantu masyarakat dalam menentukan pilihan maskapai mereka,” ungkap Eflin. [Fitria] Sumber: http://www.teknopreneur.com/content/pesan-tiket-tanpa-tulis-tangan http://www.teknopreneur.com/content/pesan-tiket-tanpa-tulis-tangan |








































